Rabu, 23 Desember 2009

MANFAAT AIR HEXAGONAL

AIR HEXAGONAL DAN KESEHATAN
Fungsi air dalam tubuh tidak hanya menghilangkan haus, tetapi juga metabolisme hidup, kesehatan dan proses penuaan. Stres yang menyerang hampir setiap orang juga dapat mengeringkan persediaan air dalam tubuh, sebaliknya kekurang air juga dapat menyebabkan stres. Anda perlu minum air yang berkualitas baik untuk mencegah penyakit, kata Walter Kim, PhD, C.E.O of Keosan Co.Ltd.
Menurut Walter Kim PhD, Prof. Hyun-Won kim PhD, dan Prof. Chung Soo Han PhD, air hexagonal disebut sebagai ‘air hidup baru’ berupa air dengan konsep aktif yang lebih unggul. Air hexagonal merupakan air yang berstruktur segi enam, sedangkan air pentagonal adalah air yang berstruktur segi lima yang terdapat pada air biasa yang kita minum sehari-hari.
Menurut mereka air hexagonal dengan mudah menyerap ke dalam sel tubuh, karena bentuk molekulnya yang kecil, sangat bermanfaat untuk mengangkut nutrisi, membuang sisa racun dan menjaga kelangsungan regenerasi sel. Minum air hexagonal secara rutin akan mengembalikan energi dan vitalitas tubuh tetap sehat tanpa batas usia.
Beberapa perbedaan air hexagonal dibandingkan dengan air pentagonal adalah bentuk molekul yang lebih kecil memudahkan oksigen lebih cepat masuk kedalam sel, dan dengan cepat dapat menghancurkan radikal bebas didalam tubuh. Selain itu dengan proses pemutaran yang berulang kali berlawanan dengan arah jarum jam menurut Prof Kim akan meningkatkan kandungan mineral kalsium, yang berguna untuk absorbsi vitamin dan nutrisi penting lainnya didalam tubuh. Sedangkan pada air pentagonal (air suling) tidak memiliki kandungan mineral, sehingga tidak cocok bagi kita sebagai air minum.
Dengan proses pemutaran yang menggunakan energi kinetik inilah air hexagonal dapat mengisolasi mineral sehingga dapat merubah energi kinetik ini menjadi energi elektris. Air yang berenergi ini mempengaruhi sirkulasi darah sehingga dapat bergerak lebih lancar.
Dengan mekanisme kerja air hexagonal, menurut mereka secara logika efeknya dapat menyembuhkan tumor dan kanker, menghambat metastasis, meningkatkan sistem imun dan menyembuhkan diabetes serta gangguan peredaran darah.
Dari hasil seminar ini diperoleh pengetahuan baru tentang cara kerja air hexagonal sebagai air minum sehari-hari. Bukti-bukti yang menjelaskan bahwa air heksagonal dapat menyembuhkan berbagai penyakit hanya berdasarkan sistem kerja molekul yang kecil yang mengandung banyak oksigen terikat, hasil uji klinis terhadap keberhasilan pasien yang sakit dan berhasil sembuh dengan mengkonsumsi air hexagonal pernah dilakukan, sampai saat ini sedang dilakukan uji coba pada tikus.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah:
1. Fungsi air hexagonal jauh berbeda dengan air pentagonal, bahkan dalam beberapa hal justru diperkirakan memiliki efek samping. Seperti dikatakan bahwa untuk mendapatkan air hexagonal dibutuhkan alat untuk memutar air tersebut selama 7 menit, 14 menit, bahkan bisa sampai 21 menit. Makin lama proses pemutarannya makin kecil ukuran molekulnya, dan makin tinggi kadar mineral yang dapat diikat.
2. Dengan mengkonsumsi minuman sehat ini setiap hari jumlah mineral yang kita dapat rasanya sangat dibutuhkan metabolisme tubuh, dan bila ditambah mineral dari air hexagonal kandungan mineral menjadi meningkat bahkan justru dapat mempengaruhi fungsi ginjal?
3. Tingginya kadar oksigen yang dibawa oleh air hexagonal akan membuat rasa menyegarkan dibandingkan air biasa,
4. Kepastian bahwa air hexagonal dapat tetap menjadi air hexagonal dan tidak berubah lagi menjadi air pentagonal pada saat dibiarkan dalam udara terbuka sekalipun.

Harry Sufehmi menyatakan skeptismenya terhadap khasiat air heksagonal dan air beroksigen. Saya sudah melihat demonstrasi tentang air heksagonal ini di beberapa mall. Demonstrasi ini dilakukan oleh orang-orang yang mengenakan jas berwarna putih seperti selayaknya seorang dokter atau peneliti. Sedangkan yang didemokan adalah alat yang katanya bisa mengubah air biasa menjadi air heksagonal. Sebenarnya saya ingin mengetahui kebenaran khasiat air heksagonal tersebut, yang katanya bisa memperlambat penuaan, menyembuhkan berbagai macam penyakit dan lain-lain. Tetapi selalu lupa melakukannya ketika berada di depan komputer. Air heksagonal pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Mu shik Jhon, seorang peneliti yang tulisannya sering dipublikasikan jurnal-jurnal ilmiah. Jhon mengklaim bahwa air mengandung kluster air dengan enam sisi (heksagonal). Air heksagonal ini stabil dan lebih berguna untuk tubuh manusia dibandingkan bentuk-bentuk kluster air lainnya. Sayangnya, Dr. Jhon sendiri telah meninggal tahun lalu sehingga kita tidak dapat melakukan verifikasi teori ini dengan beliau secara langsung. Dr. Paul Shin, seorang peneliti dari California State University Northridge melakukan penelitian terhadap air heksagonal dengan menggunakan eksperimen NMR. Hasilnya ternyata tidak mendukung teori Dr. Jhon. As can be easily seen, the ultrapure (distilled & de-ionized or DDI) water has a 17O-NMR linewidth nearly identical to that for Hexagonal Water and similar to that of M-Water (another “hexagonal water” product). Figure 1 shows an example of actual 17O-NMR data. I conducted additional experiments comparing Hexagonal Water against ultrapure water and found no differences. Regardless of whether I added table salt or vitamin C or if I even diluted these samples of water with tap water, I saw no differences! I will leave it up to you to evaluate the data for yourself, but it is of interest to note that even a urine sample gives a 17O-NMR linewidth nearly identical to that for the Hexagonal Water. These results do not support Dr Jhon’s conclusions about the unique nature of his Hexagonal Water and this therefore casts a less than credible light on his claims of the therapeutic effects of Hexagonal Water. Dr dr Septelia Inawati Wanandi dari Universitas Indonesia juga menyatakan skeptismenya terhadap khasiat air heksagonal dari sisi kesehatan. Septelia secara halus mencoba menjawabnya dari logika ilmiah dasar. Air beroksigen susunan molekul tetap berbeda dengan air heksagonal. Kesamaan keduanya adalah sama- sama mencoba menyuguhkan air dengan kandungan oksigen lebih banyak dari air biasa. “Namun, pada kedua macam air itu kelarutan oksigen tambahan di dalamnya tetap mudah terlepas. Ada toleransi suhu tertentu, setidaknya sampai di atas suhu ruangan, oksigen terlarut mudah lepas. Kalau lepas, ya lalu menjadi air biasa kembali,” kata Septelia. Padahal, dalam keterangan iklannya, air heksagonal, misalnya, direkomendasikan untuk membuat dari susu bayi, minuman hangat hingga memasak. “Air heksagonal dan air beroksigen kalau dipanaskan ya pasti oksigen terlarutnya terlepas,” tandas Septelia. Kalau toh air beroksigen atau heksagonal itu dalam suhu normal diminum, potensi oksigen terlepas tetap besar. Suhu tubuh normal manusia, sekitar 37 derajat Celsius, disebutkan Septelia, memungkinkan oksigen terlarut dalam air terlepaskan ketika memasuki tubuh. Hal ini mirip dengan jika kita sendawa setelah minum air berkarbonat. Jika diandaikan kandungan oksigen terlarut itu mampu sampai di usus, tetap akan menimbulkan pertanyaan. “Apakah kapiler pada mukosa usus bisa menyerap oksigennya? Apakah daya serapnya lebih hebat dari alveoli pada paru-paru? Setahu saya, sampai sekarang organ yang didesain Tuhan untuk menyerap oksigen hanya paru-paru,” tutur Septelia. Dari artikel yang sama, Prof dr Waluyo S Soerjodibroto, MSc, PhD, SpG(K) berpendapat lebih ekstrim lagi. Alih-alih menjadi sehat, produksi radikal bebas berlebih malah berpotensi destruktif pada tubuh. Radikal bebas merupakan molekul oksigen yang kesepian, sebab atom pada orbit terluarnya terdapat elektron yang tidak punya pasangan. Hal itu membuat si molekul menjadi liar, lalu secara radikal mencari pasangan dengan merampok elektron molekul lain dari berbagai sel-sel tubuh. Sebab itulah ia disebut radikal bebas. Keradikalan berantai terjadi ketika molekul yang terampok ikut-ikutan brutal merampas elektron molekul lain. Kondisi inilah yang lalu membuat sel-sel tubuh rusak. “Manfaat air beroksigen dan juga air heksagonal, sejauh ini belum terbukti secara ilmiah ataupun secara klinis. Paling hanya testimonial saja,” ujar Waluyo. Sedangkan skeptisme beberapa staf Kalbe Farma yang mengikuti sebuah seminar tentang air heksagonal juga kurang lebih sama: Masih sulit untuk memastikan apakah fungsi air hexagonal jauh berbeda dengan air pentagonal, bahkan dalam beberapa hal justru diperkirakan memiliki efek samping. Seperti pembicara mengatakan bahwa untuk mendapatkan air hexagonal dibutuhkan alat untuk memutar air tersebut selama 7 menit, 14 menit, bahkan bisa sampai 21 menit. Makin lama proses pemutarannya makin kecil ukuran molekulnya, dan makin tinggi kadar mineral yang dapat diikat. Yang menjadi pertanyaan apakah benar pemutaran air yang lebih lama akan mengikat mineral yang lebih banyak ? Produsen air mineral terkemuka, Aqua, juga menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan tentang air heksagonal ini, tentunya secara diplomatis: Dengan tehnologi magnetik, aerasi dan ozonisasi kandungan oksigen dalam air pun dapat meningkat dan memberikan kesegaran rasa air, tetapi karena perubahan itu tidak stabil maka kesegaran hanya sementara saja. Technology magnetic dalam proses pemurnian air belum diadopsi dalam keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No.705/MPP/Kep/II/2003 tentang persyaratan Teknis Industri Air Minum Dalam Kemasan dan Perdagangannya. Sebuah publikasi berjudul “Drinking Water and Water Treatment Scams” dari Auburn University Alabama mencoba untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penipuan yang berhubungan dengan air minum. Dari sekian penipuan yang dimaksud, di antaranya adalah air heksagonal. There is a scam that you can treat water with far- infrared light, which will cause special vibrations and energize the water, mimicking what happens when natural springs splash over rocks and natural magnetic fields. This special form of water, sometimes referred to as hexagonal water, is purported to be living water that resonates with the energetic vibrations of your body to amplify your life force. … Water produced by some machines is supposed to have a hexagonal structure and energy memory™, which is advertised as being good for all living organisms. Special magnetic filters can supposedly produce water that is eight times as effective as most un- structured water in terms of health benefits. If you cannot afford a magnetizing machine, you can purchase a magnetic drinking mug or magnetic stirring rod that will do the trick. Selain itu, Stephen Lower –mantan staf dari Simon Fraser University, Vancouver, Canada– juga memiliki daftar penipuan yang berhubungan dengan air minum. Air heksagonal juga termasuk dalam daftar ini. It turns out that M-S Jhon (who died in 2004) was a for-real scientist and author of numerous research papers having to do with water- and none (that I have seen) containing any of this hokum. It’s hard to believe that a reputable scientist would risk his reputation as a shill for junk science, and I wonder if the poor guy was even aware of this use being made of his name. Walaupun demikian, ada juga yang mendukung teori air heksagonal ini. Misalnya dr. Yayat Hadiyat dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo: Sementara itu, dokter dari Bagian Rehabilitasi Medis RS Ciptomangunkusumo Jakarta, Yayat Hadiyat, menyebutkan, konsumsi air heksagonal sebenarnya sudah sangat diperlukan, bagi mereka yang ingin memurnikan bagian dalam tubunya. Pasalnya, bagian dalam tubuh manusia, kini semakin menjadi asam, di samping kebiasaan manusia mengonsumsi makanan berlemak, asap rokok, sayuran berbahan kimia, dll. “Ini mengakibatkan kandungan air heksagonal yang sejak lahir sudah ada dalam tubuh manusia, kemudian menjadi semakin berkurang. Jika presentasenya sudah mencapai 50 persen, maka secara teori manusia bersangkutan akan meninggal,” katanya Sedangkan, Zeily Nurachman dari Jurusan Kimia ITB menegaskan pentingnya air heksagonal hanya bagi penderita penyakit. Jadi, pemberian air minum beroksigen tinggi pada orang berpenyakit atau mengalami gejala penyakit, merupakan langkah berguna. Sebaliknya, pada kasus orang sehat, pasokan oksigen dapat mencapai jaringan yang terjauh sehingga memakai air beroksigen tinggi adalah mubazir. Saya sendiri bukan ahli atau peneliti air. Tetapi pencarian saya di Internet mengatakan bahwa khasiat dari air heksagonal atau air beroksigen diragukan kebenarannya. Kemungkinan besar khasiat yang dimaksud hanyalah berasal dari efek placebo. Sedangkan hampir semua pendapat yang mengatakan sebaliknya berasal dari orang-orang yang ‘ingin menjual sesuatu’. *priyadi blog

1 komentar:

  1. Memang Belum ada Bukti Kongkrit bahwa air yang mengandung Oxy, Hexa, Bio Energy dkk, itu dapat mencegah berbagai penyakit bahkan menyembuhkan penyakit. Pada Hakekatnya Tuhan yang dapat melakukan semua itu. Namun perlu diperhatikan segala sesuatu yang kita masukan ke dalam tubuh kita yang "BAIK" terutama dalam hal ini AIR, tentunya akan menjadi baik pula. intiya kita harus mencari air yang baik untuk tubuh kita. ada beberapa paparan mengenai Air Mineral, apakah cukup baik untuk di konsumsi sehari - hari. berikut paparan dari intansi yang sangat dipercaya, bukan saya loh yang ngomong :

    1. Badan PBB World Health Organization (WHO) : “Sayur dan buah-buahan adalah sumber utama mineral bagi tubuh kita.” (bukan air minum).

    2. Departemen Pertanian dan Makanan Pemerintah Kanada : “Mineral organik jauh lebih mudah diserap melalui usus dan lebih aktif dalam tubuh daripada mineral anorganik.”

    3. Dr. Allen E. Banik, penulis buku “Your Water And Your Health.: “Ginjal tidak dapat bekerja bila sistim penyaringannya tersumbat oleh mineral anorganik.”

    4. Stephen Kay, International Bottled Water Association : “Terus terang, kadar mineral dalam air minum tidak memberikan efek baik yang berarti bagi tubuh.”

    5. Paul Bragg, Ph.D, penulis buku “Water, The Shocking Truth : “Tubuh kita memerlukan 19 mineral organik yang didapatkan dari hewan dan tumbuhan. Sedangkan mineral anorganik (yang berasal dari air tanah) tidak dapat dimanfaatkan tubuh dan hanya membahayakan kesehatan.”

    6. Dr. Charles Mayo, pendiri Mayo Clinic, USA : “Mineral mineral anorganik dalam air minum adalah penyebab banyak penyakit manusia.”

    Dari kenyataan diatas, saya rasa tidak seharusnya kita membayar air AMDK dengan mahal dibalik nama besar produsennya apalagi bila pada kenyataan hasil tes nya kurang memenuhi standart, karena bisa saja air dalam kemasan bila terkena panas terik/kejemur dalam waktu yang lama pada saat pendistribusian, penjualan diwarung dapat menjadi air tidak layak walaupun secara aspek fisik tetap terlihat baik. Justru dari beberapa hasil test independent produk merujuk di blog ini http://airsehat.blogspot.com/2007/09/all-about-water.html menunjukan bahwa air hasil RO (Reverse Osmosis) ternyata lebih baik / layak di konsumsi. Bahkan di negara-negara Eropa ternyata merekomendasikan air Reverse Osmosis (dari bahan baku air tanah/air laut) yang layak untuk di konsumsi sehari-hari. Hati-hati juga dalam memilih agen air isi ulang karena tidak sedikit agen-agen yang melakukan kecurangan

    BalasHapus